Rasti Prisilia Smack. Itu namaku.
Bima Widiyanto, nama seseorang yang telah 5 tahun berstatus pacaran denganku. Sempat berstatus calon suamiku, tapi karena ayahku bertekad "tidak akan" menikahkanku dengan laki2 yang berbeda agama denganku, terpaksa status itu kembali menjadi pacaran. Aku sayang dia. SANGAT!!, tapi lebih sayang pada ayahku walaupun dia adalah seseorang yang sangat keras, sangat kaku pada agama yang dianutnya. Katolik.
Entah apa yang dilihat Bima pada diriku. Aku penganut kristen yang taat. Dia juga, penganut islam yang taat. Tapi, mungkin itulah jalan hidupku, terus berjalan tanpa melihat status beda agama kami.
"Beri aku 10 alasan, kalau suatu saat nanti, tiba-tiba kamu mau mutusin aku" mungkin kalimat itu yang menjadi salah satu alasan yang buat kita renggang sampai saat ini. Yah.. walaupun sebenarnya kita selalu putus nyambung putus nyambung (*BBB kalee.. :D).
Tante Dea. Nama mamanya Bima. Ibunya berjilbab. Baik sekali. Dia tahu kalau aku kristen, tapi dia juga tahu kalau aku sebenarnya dari dulu tertarik dengan islam.
Jujur, sejak aku bersama Bima, hidupku lebih baik, aku biasa belajar sholat, mengaji dan puasa bersama tante Dea, "tanpa diketahui Orang Tuaku". Ayahku bisa murka kalau sampai tahu kalau aku punya hati pada Islam. Pernah aku sharing dengan mamaku masalah islam, masalah ketertarikanku pada islam, "agama yang unik dan tenang" itu kataku. Tapi, mama hanya diam. Terbesit dalam hati dan pikiranku, mama juga berperasaan seperti itu.
Ayahku sangat benci pada Bima. Kenapa? Karena Islam. Terkadang Ayah dan Mamaku bertengkar karena aku dan Bima. Mama selalu membelaku, karena dia suka pada Bima. Sangat beda dengan Ayahku yang entah kenapa, sedikitpun tak punya hati pada islam.
to be continued